IKLAN ATAS

Reses Dapil IV, DPRD Rejang Lebong Dituntut Selesaikan Masalah Jamkesda dan Drainase


 TrotoarNews- Minggu (25/01) Siang, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong menggelar reses di Balai Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur. Dintaranya, Wakil Ketua I Perayani, Surya, Rizal Tahsin, Lukman Efendi, Sanusi Pane, M. Ali, Hidayatullah dan Ahmad Rafig Ghali.


Dalam reses kali ini sejumlah warga menyampaikan aspirasi mereka terkait sejumlah bangunan infrastruktur terutama di bidang drainase yang kerap mengalami banjir. Masalah subsidi kesehatan yang dijamin oleh Pemkab setempat lantaran peserta tidak lagi terdaftar serta masalah honor perangkat desa yang minim.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi I, Hidayatullah atau yang akrab disapa Dayat ini mengatakan jika pihaknya akan mencari solusi terhadap permasalahan jaminan kesehatan.

" Kami bekerja sama dengan BPJS hampir setiap tahun. Menggelontorkan dana hampir 30 miliar rupiah di tahun 2026 meskipun APBD kita saat ini hanya 900 miliar dan itu 600 miliar itu untuk belanja pegawai. Namun demi kepentingan masyarakat, akan kami panggil dinkes dengan bpjs untuk menyatukan visi dan misi pemkab untuk menyelesaikan permasalahan yang ada", ujarnya

Sedangkan untuk honor perangkat desa Dayat mengatakan jika jika pihaknya akan berkordinasi dengan dinas terkait.

"Ada PP yang mengatur tentang penghasilan tetap perangkat desa, untuk itu akan kita kordinasikan lagi dengan pmd terkait masalah honor mereka", tandasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Asep Setia Budiman yang hadir dalam reses menvatakan jika pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung program Jamkesda.

"Memang sudah kami usulkan 29 miliar lebih untuk tahun 2026 dengan sekitar 17 ribu penerima manfaat. Itu kartu yang belum aktif ketika dirawat dapat langsung diaktifkan. Bisa di cek di puskesmas, di praktek mandiri dan aplikasi JKN. Jangan khawatir karena kita akan bantu" pungkasnya.

Terkait pembangunan drainase, Kabid Cipta Karya, Pani Soeriantara mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan aspirasi warga namun lantaran anggaran daerah terbatas tentu memerlukan waktu.

"Karena dengan keterbatasan yang ada kami harus memilih yang paling urgen. Sedangkan untuk jalan kami akan kordinasi dengan bidang Bina Marga", tukasnya.

Ditempat yang sama, Surya berharap agar warga dapat kembali menggelar budaya gotong royong untuk kenyamanan di lingkungan tempat tinggal.

"Selain peran dari Pemda, perlu juga budaya gotong royong dilakukan oleh warga seperti membersihkan drainase", harapnya.




Editor : Andeka Saputra
Powered by Blogger.